Pentingnya Menghadiri Majelis Ilmu
"Jika diri masih belum dikategorikan baik, maka rajin-rajinlah mendatangi majelis ilmu, karena kita tidak tahu nasihat mana yang akan sampai masuk kedalam hati, sehingga kita benar-benar mengaplikasikannya".
Seorang muslimah yang sedang menduduki bangku kuliah di salah satu perguruan tinggi Bandung, bercerita bahwa ia sedang dekat dengan seorang ikhwan yang bukan mahromnya. terkesan biasa, karena memang apa yang dilakukan terkesan wajar. Bertemu pun jika ada butuhnya saja. Bulan demi bulan berlalu, ia masih sering berkomunikasi dengan ikhwan tersebut, meski seringnya via udara. Namun, pada suatu waktu, didapati ia dalam keadaan bingung, bingung apakah yang ia lakukan salah atau benar. Namun, kebingungan itu sempat terlupakan, karena memang ia merasa biasa saja dengan kedekatannya. sampai pada akhirnya, ia sering mendatangi majelis-majelis ilmu, yang memang diisi oleh narasumber yang sangat disayangkan jika melewati kajiannya. Maka, dari sanalah, ia mendapat jawaban atas apa yang ia bingungkan dulu. bahwa apa yang dilakukannya adalah sebuah kesalahan. Satuhal yang ia dapatkan dan ia rangkum dari beberapa kajian itu, bahwa:
"Sebaik-baiknya perhiasan dunia adalah perempuan shalihah.
Sebaik-baiknya anugerah adalah perempuan shalihah.
Sebaik-baiknya kenikmatan adalah perempuan shalihah.
Dan salah satu ciri perempuan shalihah adalah, ia tidak mungkin meng-iya-kan seorang ikhwan mendekatinya tanpa ikatan yang halal".
Telah dikatakan, memang kesannya biasa saja, hanya sekedar komunikasi via udara, bertemu dan naik motor berdua jika ada keperluan saja, namun ternyata itu adalah sebuah kesalahan. dari awal meng-iya-kan kehadirannya saja sudah sebuah kesalahan. Apalagi membiarkannya mendekati tanpa menghalalkan, wahai muslimah:).
Sekarang muslimah itu sudah tidak bingung lagi. Ia memutuskan untuk meninggalkannya, walaupun memang pasti akan ada saja konsekuensinya. Namun, itulah salah satu bentuk ketaatannya pada Allah.
Komentar
Posting Komentar